Sabtu, 26 Januari 2013

Di manakah Tujuh Langit Itu?

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad SAW) pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Q.S. Al-Isra' : 1).

Dan sesungguhnya dia (Nabi Muhammad SAW) telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, di Sidratul Muntaha. Di dekat (Sidratul Muntaha) ada syurga tempat tinggal. (Dia melihat Jibril) ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh suatu selubung. Penglihatannya tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar. (Q.S. An-Najm:13-18).

Ayat-ayat itu mengisahkan tentang peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Isra' adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha di Palestina. Mi'raj adalah perjalanan dari masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha. Sidratul muntaha secara harfiah berarti 'tumbuhan sidrah yang tak terlampaui', suatu perlambang batas yang tak ada manusia atau makhluk lainnya bisa mengetahui lebih jauh lagi. Hanya Allah yang tahu hal-hal yang lebih jauh dari batas itu. Sedikit sekali penjelasan dalam Al-Qur'an dan hadits yang menerangkan apa, di mana, dan bagaimana sidratul muntaha itu.

Di dalam kisah yang agak lebih rinci di dalam hadits disebutkan bahwa Sidratul Muntaha dilihat oleh Nabi setelah mencapai langit ke tujuh. Dari kisah itu orang mungkin bertanya- tanya di manakah langit ke tujuh itu. Mungkin sekali ada yang mengira langit di atas itu berlapis-lapis sapai tujuh dan Sidratul Muntaha ada di lapisan teratas. Benarkah itu? Tulisan ini mencoba membahasnya berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan saat ini.

Sekilas Kisah Isra' Mi'raj

Di dalam beberapa hadits sahih disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW melakukan isra' dan mi'raj dengan menggunakan "buraq". Di dalam hadits hanya disebutkan bahwa buraq adalah 'binatang' berwarna putih yang langkahnya sejauh pandangan mata. Ini menunjukkan bahwa "kendaraan" yang membawa Nabi SAW dan Malaikat Jibril mempunyai kecepatan tinggi.
Apakah buraq sesungguhnya? Tidak ada penjelasan yang lebih rinci. Cerita israiliyat yang menyatakan bahwa buraq itu seperti kuda bersayap berwajah wanita sama sekali tidak ada dasarnya. Sayangnya, gambaran ini sampai sekarang masih diikuti oleh sebagian masyarakat, teruatam di desa-desa.

Dengan buraq itu Nabi melakukan isra' dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsha (Baitul Maqdis) di Palestina. Setelah melakukan salat dua rakaat dan meminum susu yang ditawarkan Malaikat Jibril Nabi melanjutkan perjalanan mi'raj ke Sidratul Muntaha.

Nabi SAW dalam perjalanan mi'raj mula-mula memasuki langit dunia. Di sana dijumpainya Nabi Adam yang dikanannya berjejer para ruh ahli surga dan di kirinya para ruh ahli neraka. Perjalanan diteruskan ke langit ke dua sampai ke tujuh. Di langit ke dua dijumpainya Nabi Isa dan Nabi Yahya. Di langit ke tiga ada Nabi Yusuf. Nabi Idris dijumpai di langit ke empat. Lalu Nabi SAW bertemu dengan Nabi Harun di langit ke lima, Nabi Musa di langit ke enam, dan Nabi Ibrahim di langit ke tujuh. Di langit ke tujuh dilihatnya baitul Ma'mur, tempat 70.000 malaikat salat tiap harinya, setiap malaikat hanya sekali memasukinya dan tak akan pernah masuk lagi.

Perjalanan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha. Dari Sidratul Muntaha didengarnya kalam-kalam ('pena'). Dari sidratul muntaha dilihatnya pula empat sungai, dua sungai non-fisik (bathin) di surga, dua sungai fisik (dhahir) di dunia: sungai Efrat di Iraq dan sungai Nil di Mesir.
Jibril juga mengajak Nabi melihat surga yang indah. Inilah yang dijelaskan pula dalam Al-Qur'an surat An-Najm. Di Sidratul Muntaha itu pula Nabi melihat wujud Jibril yang sebenarnya. Puncak dari perjalanan itu adalah diterimanya perintah salat wajib.
Mulanya diwajibkan salat lima puluh kali sehari-semalam. Atas saran Nabi Musa, Nabi SAW meminta keringan dan diberinya pengurangan sepuluh-sepuluh setiap meminta. Akhirnya diwajibkan lima kali sehari semalam. Nabi enggan meminta keringanan lagi, "Saya telah meminta keringan kepada Tuhanku, kini saya rela dan menyerah." Maka Allah berfirman, "Itulah fardlu-Ku dan Aku telah meringankannya atas hamba-Ku."

Di manakah Tujuh Langit

Konsep tujuh lapis langit sering disalahartikan. Tidak jarang orang membayangkan langit berlapis-lapis dan berjumlah tujuh. Kisah isra' mi'raj dan sebutan "sab'ah samawat" (tujuh langit) di dalam Al-Qur'an sering dijadikan alasan untuk mendukung pendapat adanya tujuh lapis langit itu.
Ada tiga hal yang perlu dikaji dalam masalah ini. Dari segi sejarah, segi makna "tujuh langit", dan hakikat langit dalam kisah Isra' mi'raj.

Sejarah Tujuh Langit

Dari segi sejarah, orang-orang dahulu --jauh sebelum Al- Qur'an diturunkan-- memang berpendapat adanya tujuh lapis langit. Ini berkaitan dengan pengetahuan mereka bahwa ada tujuh benda langit utama yang jaraknya berbeda-beda. Kesimpulan ini berdasarkan pengamatan mereka atas gerakan benda-benda langit. Benda-benda langit yang lebih cepat geraknya di langit dianggap lebih dekat jaraknya. Lalu ada gambaran seolah-olah benda-benda langit itu berada pada lapisan langit yang berbeda-beda.

Di langit pertama ada bulan, benda langit yang bergerak tercepat sehingga disimpulkan sebagai yang paling dekat. Langit ke dua ditempati Merkurius (bintang Utarid). Venus (bintang kejora) berada di langit ke tiga. Sedangkan matahari ada di langit ke empat. Di langit ke lima ada Mars (bintang Marikh). Di langit ke enam ada Jupiter (bintang Musytari). Langit ke tujuh ditempati Saturnus (bintang Siarah/Zuhal). Itu keyakinan lama yang menganggap bumi sebagai pusat alam semesta.
Orang-orang dahulu juga percaya bahwa ke tujuh benda-benda langit itu mempengaruhi kehidupan di bumi. Pengaruhnya bergantian dari jam ke jam dengan urutan mulai dari yang terjauh, Saturnus, sampai yang terdekat, bulan. Karena itu hari pertama itu disebut Saturday (hari Saturnus) dalam bahasa Inggris atau Doyoubi (hari Saturnus/Dosei) dalam bahasa Jepang. Dalam bahasa Indonesia Saturday adalah Sabtu. Ternyata, kalau kita menghitung hari mundur sampai tahun 1 Masehi, tanggal 1 Januari tahun 1 memang jatuh pada hari Sabtu.

Hari-hari yang lain dipengaruhi oleh benda-benda langit yang lain. Secara berurutan hari-hari itu menjadi Hari Matahari (Sunday, Ahad), Hari Bulan (Monday, Senin), Hari Mars (Selasa), Hari Merkurius (Rabu), Hari Jupiter (Kamis), dan Hari Venus (Jum'at). Itulah asal mula satu pekan menjadi tujuh hari.
Jumlah tujuh hari itu diambil juga oleh orang-orang Arab. Dalam bahasa Arab nama-nama hari disebut berdasarkan urutan: satu, dua, tiga, ..., sampai tujuh, yakni ahad, itsnaan, tsalatsah, arba'ah, khamsah, sittah, dan sab'ah. Bahasa Indonesia mengikuti penamaan Arab ini sehingga menjadi Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum'at, dan Sabtu. Hari ke enam disebut secara khusus, Jum'at, karena itulah penamaan yang diberikan Allah di dalam Al-Qur'an yang menunjukkan adanya kewajiban salat Jum'at berjamaah.

Penamaan Minggu berasal dari bahasa Portugis Dominggo yang berarti hari Tuhan. Ini berdasarkan kepercayaan Kristen bahwa pada hari itu Yesus bangkit. Tetapi orang Islam tidak mempercayai hal itu, karenanya lebih menyukai pemakaian "Ahad" daripada "Minggu".

Makna Tujuh Langit

Langit (samaa' atau samawat) di dalam Al-Qur'an berarti segala yang ada di atas kita, yang berarti pula angkasa luar, yang berisi galaksi, bintang, planet, batuan, debu dan gas yang bertebaran. Dan lapisan-lapisan yang melukiskan tempat kedudukan benda-benda langit sama sekali tidak ada. Sedangkan warna biru bukanlah warna langit sesungguhnya. Warna biru dihasilkan dari hamburan cahaya biru dari matahari oleh atmosfer bumi.

Di dalam Al-Qur'an ungkapan 'tujuh' atau 'tujuh puluh' sering mengacu pada jumlah yang tak terhitung. Misalnya, di dalam Q.S. Al-Baqarah:261 Allah menjanjikan:
Siapa yang menafkahkan hartanya di jalan Allah ibarat menanam sebiji benih yang menumbuhkan TUJUH tangkai yang masing-masingnya berbuah seratus butir. Allah MELIPATGANDAKAN pahala orang-orang yang dikehendakinya....
Juga di dalam Q.S. Luqman:27:
Jika seandainya semua pohon di bumi dijadikan sebagai pena dan lautan menjadi tintanya dan ditambahkan TUJUH lautan lagi, maka tak akan habis Kalimat Allah....
Jadi 'tujuh langit' semestinya difahami pula sebagai tatanan benda-benda langit yang tak terhitung banyaknya, bukan sebagai lapisan-lapisan langit.

Tujuh langit pada Mi'raj

Kisah Isra' Mi'raj sejak lama telah minimbulkan perdebatan soal tanggal pastinya dan apakah Nabi melakukannya dengan jasad dan ruhnya atau ruhnya saja. Demikian juga dengan hakikat langit. Muhammad Al Banna dari Mesir menyatakan bahwa beberapa ahli tafsir berpendapat Sidratul Muntaha itu adalah Bintang Syi'ra. Tetapi sebagian lainnya, seperti Muhammad Rasyid Ridha dari Mesir, berpendapat bahwa tujuh langit dalam kisah isra' mi'raj adalah langit ghaib.

Dalam kisah mi'raj itu peristiwa lahiriyah bercampur dengan peristiwa ghaib. Misalnya pertemuan dengan ruh para Nabi, melihat dua sungai di surga dan dua sungai di bumi, serta melihat Baitur Makmur, tempat ibadah para malaikat. Jadi, nampaknya pengertian langit dalam kisah mi'raj itu memang bukan langit lahiriyah yang berisi bintang-bintang, tetapi langit ghaib.

Rajab, 1415
T. Djamaluddin

Asal Usul Jin


 
API DAN ASAL USUL JIN

Menurut al-Quran, Allah swt mencipta jin daripada api yang panas. Berbeza dengan malaikat yang Allah cipta daripada cahaya. Allah juga menjelaskan bahawa Dia menciptakan jin dan malaikat lebih dahulu daripada manusia. Tetapi tidak diketahui secara tepat jarak waktunya antara dua penciptaan itu.
 
Dalam al-Quran terdapat dua istilah api yang dijadikan jin itu. Ada yang dikatakan nar al-samum ( api yang sangat panas) dan ada pula diktakan marij (nyalaan api). Daripada tafsiran ulama, tidak ada perbezaan ketara antara keduanya. Cuma al-samum adalah sifat yang ditambahkan yang merupakan penjelas kepada ciri atau sifat marij.
 
Oleh itu jelas sifat-sifat api itu juga ada pada jin. Api bersifat ringan, terdiri daripada campuran pelbagai warna dan ia tiada bentuk yang tetap ; boleh memanjang, memendek, lentok ke kiri atau ke kanan dan sebagainya. Dari segi faktanya jin dikatakan bergerak pantas ; boleh terbang di udara dan menyelam di air. Jin juga diketahui ada berbagai-bagai warna. Ia boleh mengubah bentuk tubuhnya badannya ; memanjang, memendek, bulat, lonjong dan sebagainya.
 
Selain itu jin mempunyai beberapa kelebihan seperti tidak dapat dilihat oleh manusia, dapat masuk ke dalam bumi dan mempunyai umur yang panjang. Semua kelebihan-kelebihan itu adalah hasil permintaan jin yang diperkenankan oleh Allah ketika awal-awal jin dicipta.
 
Daripada Ibn Abbas r.a.: “Allah menciptakan pemimpin jin daripada nyalaan api. Kemudian dikatakan kepada jin yang baru sahaja dicipta itu: Mintalah sesuka hatimu.’ Maka jin pun berkata: Aku meminta agar aku dapat melihat tetapi aku sendiri tidak boleh dilihat, aku meminta agar dapat masuk ke dalam bumi dan aku meminta supaya dipanjangkan usia dan menjadi muda lagi sebelum mati.’”
  
PENGERTIAN JIN DARI SEGI BAHASA

Perkataan jin berasal daripada Bahasa arab yang terdiri daripada dua huruf iaitu Jim dan Nun جنyang bereti sesuatu yang tersembunyi sebagaimana firman Allah di dalam al-Quran bermaksud :
"Maka ketika ia berada pada waktu malam Yang gelap, ia (Ibrahim)  melihat sebuah bintang (bersinar-sinar)"- ( Surah al-An’am :76)
 
Tiap-tiap perkataan yang beriringan daripada huruf jim dan nun maka maknanya tersembunyi atau tidak kelihatan. Jin itu digelarkan dengan nama sedemikian kerana ia tidk dapat dilihat dengan pandangan mata zahir.
 
PENGERTIAN JIN DARI SEGI ISTILAH
Bermacam-macam definisi yang kita dapati mengenai jin ini tetapi dapatlah diringkaskan menurut pandangan Syed Sabiq di dalam bukunya العقائد الإسلامية
Katanya jin itu : Suatu jenis roh yang berakal yang mempunyai kehendak. Mereka adalah mukallaf sebagaimana manusia, tetapi mereka tidak mempunyai jasad seperti manusia, tidak dapat dilihat dengan penglihatan, tidak dapat disaksikan bentuk dan tabiat mereka yang asli dan mereka mempunyai kuasa tersendiri untuk membentuk diri mereka.
 
Jin dicipta daripada apiiaitu lebih dahulu daripada manusia sebagaimana firman Allah swt :
"Dan jin pula, Kami jadikan Dia sebelum itu, dari angin api Yang panasnya menyerap ke liang bulu roma".(Surah al-Hijr :27)
"Dan ia telah menciptakan jin dari lidah api Yang menjulang-julang"  (Surah ar-Rahman :15)
 
Firman-Nya lagi sebagai menghikayatkan kisah Iblis bermaksud :
"Apakah penghalangnya Yang menyekatmu daripada sujud ketika Aku perintahmu?" Iblis menjawab: "Aku lebih baik daripada Adam, Engkau (Wahai Tuhan) jadikan daku dari api sedang Dia Engkau jadikan dari tanah".-Surah al-A’raf :12                                                                                                                                       
Sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan daripada Aishah r.ha.
خُلِقَتِ المَلَائِكَةُ مِنْ نُورٍ وَخُلِقَ الجَانُّ مِن نَارٍ وخُلِقَ آدم مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ
Maksudnya: “ Malaikat dicipta daripada cahaya, jin dicipta daripada api dan manusia dicipta daripada apa yang diceritakan kepadamu (tanah).”-  ( Riwayat Muslim )                   
                                                                          
Oleh itu jelaslah penciptaan manusia adalah kemudian, tetapi tidaklah dapat diketahui secara tepat berapa tahunkah jaraknya penciptaan antara dua makhluk ini.
 
Ibn Bashar al-Qurasyi di dalam kitabnya al-Mubtada daripada Abdullah bin Amr bin al-As. Katanya: Allah mencipta jin ini sebelum Adam selama dua ribu tahun.”
Ada pula pendapat lain yang mengatakan jaraknya selama 40 tahun. Walau bagaimanapun jumlah ini tidak dapat dipertanggungjawabkan kerana tidak ada dalil sama ada daripada al-Quran atau daripada hadis Rasulullah saw.
 
Memadailah kita mengatakan bahawa manusia diciptakan kemudian daripada jin. Jin adalah dicipta daripada api manakala manusia dicipta daripada tanah sebagaimana firman Allah swt bermaksud :
"Apakah penghalangnya Yang menyekatmu daripada sujud ketika Aku perintahmu?" Iblis menjawab: "Aku lebih baik daripada Adam, Engkau (Wahai Tuhan) jadikan daku dari api sedang Dia Engkau jadikan dari tanah."-(Surah al-A’raf :12      

Asal Mula Alam Semesta - Keajaiban Ilmiah Al Qur'an


Sebuah bintang terbentuk dari gumpalan gas dan asap (nebula), yang merupakan peninggalan dari 'asap' yang menjadi asal kejadian alam semesta.
Gambar 10. Sebuah bintang terbentuk dari gumpalan gas dan asap (nebula), yang merupakan peninggalan dari 'asap' yang menjadi asal kejadian alam semesta. (The Space Atlas, Heather dan Henbest, hal. 50)

Nebula Laguna adalah sebuah gumpalan gas dan asap yang berdiameter sekitar 60 tahun cahaya. Ia dipendarkan oleh radiasi ultraviolet dari bintang panas yang baru saja terbentuk di dalam gumpalan tersebut.
Gambar 11. Nebula Laguna adalah sebuah gumpalan gas dan asap yang berdiameter sekitar 60 tahun cahaya. Ia dipendarkan oleh radiasi ultraviolet dari bintang panas yang baru saja terbentuk di dalam gumpalan tersebut. (Horizons, Exploring the Universe, Seeds, gambar 9, dari Association of Universities for Research in Astronomy, Inc.)

Ilmu pengetahuan moderen, ilmu astronomi, baik yang berdasarkan pengamatan maupun berupa teori, dengan jelas menunjukkan bahwa pada suatu saat seluruh alam semesta masih berupa 'gumpalan asap' (yaitu komposisi gas yang sangat rapat dan tak tembus pandang, The First Three Minutes, a Modern View of the Origin of the Universe, Weinberg, hal. 94-105.). Hal ini merupakan sebuah prinsip yang tak diragukan lagi menurut standar astronomi moderen. Para ilmuwan sekarang dapat melihat pembentukan bintang-bintang baru dari peninggalan 'gumpalan asap' semacam itu (lihat gambar 10 dan 11)

Bintang-bintang yang berkilauan yang kita lihat di malam hari, sebagaimana seluruh alam semesta, dulunya berupa materi 'asap' semacam itu. Allah telah berfirman di dalam Al Qur'an:

ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ

Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap,... (Al Fushshiilat, 41: 11)

Karena bumi dan langit di atasnya (matahari, bulan, bintang, planet, galaksi dan lain-lain) terbentuk dari 'gumpalan asap' yang sama, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa matahari dan bumi dahulu merupakan satu kesatuan. Kemudian mereka berpisah dan terbentuk dari 'asap' yang homogen ini. Allah telah berfirman:

أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. (Al Anbiya, 21:30)

Dr. Alfred Kroner adalah salah satu ahli ilmu bumi terkemuka. Ia adalah Profesor geologi dan Kepala Departemen Geologi pada Institute of Geosciences, Johannes Gutenberg University, Mainz, Jerman. Ia berkata: "Jika menilik tempat asal Muhammad... Saya pikir sangat tidak mungkin jika ia bisa mengetahui sesuatu semisal asal mula alam semesta dari materi yang satu, karena para ilmuwan saja baru mengetahui hal ini dalam beberapa tahun yang lalu melalui berbagai cara yang rumit dan dengan teknologi mutakhir. Inilah kenyataannya." Ia juga berkata: "Seseorang yang tidak mengetahui apapun tentang fisika inti 14 abad yang lalu, menurut saya, tidak akan pernah bisa mengetahui, melalui pemikirannya sendiri, bahwa dulunya bumi dan langit berasal dari hal yang satu."

Untuk melihat video komentar sang profesor silakan klik tautan berikut ini: (Bahasa Inggris, format RealPlyer)
Video 1
Video 2

Asal Usul Malaikat

 
 
Menurut bahasa, kata “Malaikat” merupakan kata jamak yang berasal dari Arab malak (ملك) yang berarti kekuatan, yang berasal dari kata mashdar “al-alukah” yang berarti risalah atau misi, kemudian sang pembawa misi biasanya disebut dengan Ar-Rasul.

Malaikat diciptakan oleh Allah terbuat dari cahaya (nuur), berdasarkan salah satu hadist Muhammad, "Malaikat telah diciptakan dari cahaya". Iman kepada malaikat adalah bagian dari Rukun Iman. Iman kepada malaikat maksudnya adalah meyakini adanya malaikat, walaupun kita tidak dapat melihat mereka, dan bahwa mereka adalah salah satu makhluk ciptaan Allah. Allah menciptakan mereka dari cahaya. Mereka menyembah Allah dan selalu taat kepada-Nya, mereka tidak pernah berdosa. Tak seorang pun mengetahui jumlah pasti malaikat, hanya Allah saja yang mengetahui jumlahnya.

Walaupun manusia tidak dapat melihat malaikat tetapi jika Allah berkehendak maka malaikat dapat dilihat oleh manusia, yang biasanya terjadi pada para Nabi dan Rasul. Malaikat selalu menampakan diri dalam wujud laki-laki kepada para nabi dan rasul. Seperti terjadi kepada Nabi Ibrahim.

Nama dan tugas para Malaikat

Di antara para malaikat yang wajib setiap orang Islam ketahui sebagai salah satu Rukun Iman, berdasarkan Al Qur'an dan hadits. Nama (panggilan) berserta tugas-tugas mereka adalah sebagai berikut:

  1. Jibril - Pemimpin para malaikat, bertugas menyampaikan wahyu dan mengajarkannya kepada para nabi dan rasul.

  2. Mikail - Membagi rezeki kepada seluruh makhluk.

  3. Israfil - Meniup sangkakala (terompet) pada hari kiamat.

  4. Munkar dan Nakir - Memeriksa amal manusia di alam barzakh.

  5. Izrail - Mencabut nyawa seluruh makhluk.

  6. Ridwan - Menjaga pintu syurga.

  7. Malik - menjaga pintu neraka.* Zabaniah - 19 malaikat penyiksa dalam neraka yang bengis dan kasar.

  8. Hamalat al 'Arsy - Empat malaikat pembawa 'Arsy Allah, pada hari kiamat jumlahnya akan ditambah empat menjadi delapan.

  9. Harut dan Marut - Dua Malaikat yang turun di negeri Babil.

  10. Darda'il - Malaikat yang mencari orang yang berdo'a, bertaubat, minta ampun dan lainnya pada bulan Ramadhan.

  11. Hafazhah (Para Penjaga):

    • Kiraman Katibin - Para malaikat pencatat yang mulia, ditugaskan mencatat amal manusia dan jin.

    • Mu’aqqibat - Para malaikat yang selalu memelihara/ menjaga manusia dari kematian sampai waktu yang telah ditetapkan yang datang silih berganti.

  12. Arham - Malaikat yang diperintahkan untuk menetapkan rejeki, keberuntungan, ajal dan lainnya pada 4 bulan kehamilan.

  13. Jundallah - Para malaikat perang yang bertugas membantu nabi dalam peperangan.

  14. Ad-Dam'u - Malaikat yang selalu menangis jika melihat kesalahan manusia.

  15. An-nuqmah - Malaikat yang selalu berurusan dengan unsur api dan duduk disinggasana berupa nayala api, ia memiliki wajah kuning tembaga.

  16. Ahlul Adli - Malaikat besar yang melebihi besarnya bumi besera isinya dikatakan ia memiliki 70 ribu kepala.

  17. Malaikat Berbadan Api dan Salju - Malaikat yang setengah badannya berupa api dan salju berukuran besar serta dikelilingi oleh sepasukan malaikat yang tidak pernah berhenti berzikir.

  18. Pengurus Hujan - Pembagian hujan menurut kehendak Allah.

  19. Penjaga Matahari - Sembilan Malaikat yang menghujani matahari dengan salju.

  20. Malaikat Rahmat - Penyebar keberkahan, rahmat, permohonan ampun dan pembawa roh orang-orang shaleh, ia datang bersama dengan Malaikat Maut dan Malaikat `Adzab.

  21. Malaikat `Adzab - Pembawa roh orang-orang kafir, zalim, munafik, ia datang bersama dengan Malaikat Maut dan Malaikat Rahmat.

  22. Pembeda Haq dan Bathil - Para malaikat yang ditugaskan untuk membedakan antara yang benar dan salah kepada manusia dan jin.

  23. Penentram Hati - Para malaikat yang mendoakan seorang mukmin untuk meneguhkan pendirian sang mukmin tersebut.

  24. Penjaga 7 Pintu Langit - 7 malaikat yang menjaga 7 pintu langit. Mereka diciptakan oleh Allah sebelum Dia menciptakan langit dan bumi.

  25. Pemberi Salam Ahli Surga - Para malaikat yang memberikan salam kepada para penghuni surga.

  26. Pemohon Ampunan Orang Beriman - Para malaikat yang terdapat disekeliling 'Arsy yang memohonkan ampunan bagi kaum yang beriman.

  27. Pemohon Ampunan Manusia di Bumi - Para malaikat yang bertasbih memuji Allah dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi.
Nama Malaikat Maut dikatakan Izrail, tidak ditemukan sumbernya baik dalam Al Quran maupun Hadits. Kemungkinan nama malaikat Izrail didapat dari sumber Israiliyat. Dalam Al Qur'an dia hanya disebut Malak al-Maut atau Malaikat Maut.

Malaikat Jibril, walau namanya hanya disebut dua kali dalam Al Qur'an, ia juga disebut di banyak tempat dalam Al Qur'an dengan sebutan lain seperti Ruh al-Qudus, Ruh al-Amin/ Ar-Ruh Al-Amin dan lainnya.

Dari nama-nama malaikat di atas ada beberapa yang disebut namanya secara spesifik didalam Al Qur'an, yaitu Jibril (QS 2 Al Baqarah: 97,98 dan QS 66 At Tahrim: 4), Mikail (QS 2 Al Baqarah: 98) dan Malik (QS Al Hujurat) dan lain-lain. Sedangkan Israfil, Munkar dan Nakir disebut dalam Hadits.

Wujud Malaikat

Wujud para malaikat telah dijabarkan didalam Al Qur'an ada yang memiliki sayap sebanyak 2, 3 dan 4. surah Faathir 35:1 yang berbunyi:
“ Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Faathir 35:1)”

Kemudian dalam beberapa hadits dikatakan bahwa Jibril memiliki 600 sayap, Israfil memiliki 1200 sayap, dimana satu sayapnya menyamai 600 sayap Jibril dan yang terakhir dikatakan bahwa Hamalat al-'Arsy memiliki 2400 sayap dimana satu sayapnya menyamai 1200 sayap Israfil.

Wujud malaikat mustahil dapat dilihat dengan mata telanjang, karena mata manusia tercipta dari unsur dasar tanah liat kering dari lumpur hitam yang diberi bentuk tidak akan mampu melihat wujud dari malaikat yang asalnya terdiri dari cahaya, hanya Nabi Muhammad SAW yang mampu melihat wujud asli malaikat bahkan sampai dua kali. Yaitu wujud asli malikat Jibril .

Mereka tidak bertambah tua ataupun bertambah muda, keadaan mereka sekarang sama persis ketika mereka diciptakan. Dalam ajaran Islam, ibadah manusia dan jin lebih disukai oleh Allah dibandingkan ibadah para malaikat, karena manusia dan jin bisa menentukan pilihannya sendiri berbeda dengan malaikat yang tidak memiliki pilihan lain. Malaikat mengemban tugas-tugas tertentu dalam mengelola alam semesta. Mereka dapat melintasi alam semesta secepat kilat atau bahkan lebih cepat lagi. Mereka tidak berjenis lelaki atau perempuan dan tidak berkeluarga.

Sifat Malaikat

Sifat-sifat malaikat yang diyakini oleh umat Islam adalah sebagai berikut:
  1. Selalu bertasbih siang dan malam tidak pernah berhenti.

  2. Suci dari sifat-sifat manusia dan jin, seperti hawa nafsu, lapar, sakit, makan, tidur, bercanda, berdebat, dan lainnya.

  3. Selalu takut dan taat kepada Allah.

  4. Tidak pernah maksiat dan selalu mengamalkan apa saja yang diperintahkan-Nya.

  5. Mempunyai sifat malu.

  6. Bisa terganggu dengan bau tidak sedap, anjing dan patung.

  7. Tidak makan dan minum.

  8. Mampu merubah wujudnya.

  9. Memiliki kekuatan dan kecepatan luar biasa.
Malaikat tidak pernah lelah dalam melaksanakan apa-apa yang diperintahkan kepada mereka. Sebagai makhluk ghaib, wujud Malaikat tidak dapat dilihat, didengar, diraba, dicium dan dirasakan oleh manusia, dengan kata lain tidak dapat dijangkau oleh panca indera, kecuali jika malaikat menampakkan diri dalam rupa tertentu, seperti rupa manusia. Ada pengecualian terhadap kisah Muhammad yang pernah bertemu dengan Jibril dengan menampakkan wujud aslinya, penampakkan yang ditunjukkan kepada Muhammad ini sebanyak 2 kali, yaitu pada saat menerima wahyu dan Isra dan Mi'raj.

Beberapa nabi dan rasul telah di tampakkan wujud malaikat yang berubah menjadi manusia, seperti dalam kisah Ibrahim, Luth, Maryam, Muhammad dan lainnya.

Berbeda dengan ajaran Kristen dan Yahudi, Islam tidak mengenal istilah "Malaikat Yang Terjatuh" (Fallen Angel). Azazil yang kemudian mendapatkan julukan Iblis, adalah nenek moyang Jin, seperti Adam nenek moyang Manusia. Jin adalah makhluk yang dicipta oleh Allah dari 'api yang tidak berasap', sedang malaikat dicipta dari cahaya.

Tempat yang tidak disukai Malaikat

Menurut syariat Islam ada beberapa tempat dimana para malaikat tidak akan mendatangi tempat (rumah) tersebut dan ada pendapat lain yang mengatakan adanya pengecualian terhadap malaikat-malaikat tertentu yang tetap akan mengunjungi tempat-tempat tersebut. Pendapat ini telah disampaikan oleh Ibnu Wadhdhah, Imam Al-Khaththabi, dan yang lainnya. Tempat atau rumah yang tidak dimasuki oleh malaikat itu diantara lain adalah:
  • Tempat yang didalamnya terdapat anjing, (kecuali anjing untuk kepentingan penjagaan keamanan, pertanian dan berburu.

  • Tempat yang terdapat patung (gambar)

  • Tempat yang didalamnya ada seseorang muslim yang mengancungkan dengan senjata terhadap saudaranya sesama muslim

  • Tempat yang memiliki bau tidak sedap atau menyengat.

Kesemuanya itu berdasarkan dalil dari hadits shahih yang dicatatat oleh para Imam, diantaranya adalah Ahmad, Hambali, Bukhari, Tirmidzy, Muslim dan lainnya. Tidak sedikit nash hadits yang menyatakan bahwa malaikat rahmat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan pahala pemilik anjing akan susut atau berkurang.

Malaikat Jibril pun enggan untuk masuk ke rumah Muhammad sewaktu ia berjanji ingin datang ke rumahnya, dikarenakan ada seekor anak anjing di bawah tempat tidur. Malaikat Rahmat pun tidak akan mendampingi suatu kaum yang terdiri atas orang-orang yang berteman dengan (memelihara) anjing.

Asal Usul Seluar Jeans

Pernah tidak terlintas kenapa seluar jeans selalu ada saku kecil di bahagian sebelah kanannya? Selintas saku kecil ini tak ada fungsinya selain hanya tempelan untuk menambah aksentuasi gaya pemakainya, atau mungkin ciri khas seluar jeans. Namun, dari saku imut-imut inilah sebenarnya boleh dibaca sejarah seluar yang dipopularkan oleh Levi Strauss tahun 1880 ini, lapan tahun selepas jeans masuk ke Amerika Syarikat (AS) tahun 1872.

Sebagai jenis tekstil, jeans pertama kali dibuat di Genoa, Itali tahun 1560 -an. Kain seluar ini biasa dipakai oleh angkatan laut. Orang Perancis menyebut seluar ini dengan sebutan "bleu de Genes", yang bererti biru Genoa. Meski tekstil ini pertama kali dihasilkan dan digunakan di Eropah, tetapi sebagai fashion, jeans dipopularkan di AS oleh Levi Strauss, seorang pemuda berusia dua puluh tahunan yang mengadu peruntungannya ke San Francisco sebagai peniaga pakaian. Ketika itu, AS sedang dilanda demam emas.

Antara orang pertama memakai jeans

Akan tetapi, sampai di California semua barangnya habis terjual, kecuali sebuah khemah yang diperbuat dari kain kanvas. Kain kanvas ini dipotongnya dan dibuatnya menjadi beberapa seluar yang dijual pada para pekerja lombong emas. Dan ternyata para pekerja menyukainya kerana seluar buatan Strauss tahan lama dan tak mudah koyak.

Merasa mendapat peluang, Strauss menyempurnakan "penemuannya" dengan menempah bahan dari Genoa yang disebut "Genes", yang oleh Strauss diubah menjadi "Blue Jeans". Di sinilah para pelombong tambah menyukai seluar buatan Strauss dan "menobatkan" seluar itu sebagai seluar rasmi para pelombong . Para penambang emas itu menyebut seluar Strauss dengan "those pants of Levi` s "atau" Celana Si Levi ". Sebutan inilah yang memulakan tanda dagang pertama seluar jeans pertama di dunia. Naluri perniagaan Strauss yang tajam membuatnya mengajak usahawan berjaya Jakob Davis untuk bekerjasama, dan pada tahun 1880 kerja sama itu melahirkan kilang seluar jeans pertama.

Jeans tertua di dunia masih ada sampai sekarang menurut, "XX", jeans Levi's® ini dibuat pada 1879 dan disimpan di dalam suatu tempat yang tahan api di dalam Arsip Levi Strauss & Co di San Francisco. Hari ini, jeans itu harganya lebih dari $150,000

Dan produk reka bentuk mereka yang pertama adalah "Levi` s 501 ". Produk reka bentuk pertama memang dikhususkan bagi para pelombong emas. Seluar ini mempunyai 5 saku, 2 di belakang dan 2 di depan, dan 1 saku kecil dalam saku depan sebelah kanan.

Kerana diperuntukkan bagi para pelombong, saku ini tentu bukan untuk bergaya-ria. Tetapi saku imut-imut ini direka untuk menyimpan butiran-butiran emas yang bersaiz kecil. Meski kini jeans dihasilkan dalam pelbagai tanda dan bukan hanya untuk para pelombong, tetapi saku imut-imut itu tetap ada. Tentu saja fungsinya bukan sebagai tempat menyimpan butiran emas.

Asal Mula Manusia, Teori Evolusi Darwin vs Nabi Adam a.s

Jika kita berdebat tentang asal mula manusia, maka yang terpikir, terlintas, atau terbersit pertama kali dipikiran adalah teori evolusi Charles Darwin. Dalam teori evolusi Charles Darwin dijelaskan bahwa manusia pertama adalah kera, sedangkan dalam kitab suci umat Islam yaitu Al-Qur'an, dijelaskan bahwa manusia pertama adalah Nabi adam a.s. Namun, hingga saat ini para ilmuwan masih terus mencari bukti untuk memastikan asal mula manusia.
Sekarang saya ingin mengajak sobat berpikir terlebih dahulu, teori mana yang sekiranya mampu sobat logika kan? Mari kita pikirkan bersama-sama mulai dari sekarang..! Waktu berpikir habis. Ok, sekarang sobat simpan dulu jawaban sobat karena kita akan membahasnya sekarang bersama-sama. Sebelumnya, saya ingin mengibaratkan suatu percakapan yang mungkin terjadi antara seorang cucu dan seorang nenek moyangnya. Berikut saya sajikan percakapan mereka (Lucy sebagai Nenek Moyang dan Iva sebagai Cucu).

Klik untuk memperbesar

Yak, percakapan diatas muncul berdasarkan Teori Evolusi Cahrles Darwin. Berdasarkan logika yang sobat miliki, mungkinkah hal demikian terjadi? Mari kita bahas bersama-sama.

Teori Asal Mula Manusia menurut Charles Darwin
Pernyataan Darwin mendukung bahwa manusia modern berevolusi dari sejenis makhluk yang mirip kera. Selama proses evolusi tanpa bukti ini, yang diduga telah dimulai dari 5 atau 6 juta tahun yang lalu, dinyatakan bahwa terdapat beberapa bentuk peralihan antara manusia moderen dan nenek moyangnya. Menurut skenario yang sungguh dibuat-buat ini, ditetapkanlah empat kelompok dasar sebagai berikut: 
  1. Australophithecines
  2. Homo habilis
  3. Homo erectus
  4. Homo sapiens
Genus yang dianggap sebagai nenek moyang manusia yang mirip kera tersebut oleh evolusionis digolongkan sebagai Australopithecus, yang berarti "kera dari selatan". Australophitecus, yang tidak lain adalah jenis kera purba yang telah punah, ditemukan dalam berbagai bentuk. Beberapa dari mereka lebih besar dan kuat dan tegap, sementara yang lain lebih kecil dan rapuh dan lemahDengan menjabarkan hubungan dalam rantai tersebut sebagai "Australopithecus > Homo Habilis > Homo erectus > Homo sapiens," evolusionis secara tidak langsung menyatakan bahwa setiap jenis ini adalah nenek moyang jenis selanjutnya.


Asal Mula Manusia berdasarkan Al-Qur'an (Nabi Adam a.s)
Saat Allah Swt. merencanakan penciptaan manusia, ketika Allah mulai membuat “cerita” tentang asal-usul manusia, Malaikat Jibril seolah khawatir karena takut manusia akan berbuat kerusakan di muka bumi. Di dalam Al-Quran, kejadian itu diabadikan,
 





  ".. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, 'Sesungguhnya, Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Maka, apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud" (QS. Al Hijr: 28-29). 

Firman inilah yang membuat malaikat bersujud kepada manusia, sementara iblis tetap dalam kesombongannya dengan tidak melaksanakan firman Allah. Inilah dosa yang pertama kali dilakukan oleh makhluk Allah yaitu kesombongan. Karena kesombongan tersebut Iblis menjadi makhluk paling celaka dan sudah dipastikan masuk neraka. Kemudian Allah menciptakan Hawa sebagi teman hidup Adam. Allah berpesan pada Adam dan Hawa untuk tidak mendekati salah satu buah di surga, namun Iblis menggoda mereka sehingga terjebaklah Adam dan Hawa dalam kondisi yang menakutkan. Allah menghukum Adam dan Hawa sehingga diturunkan kebumi dan pada akhirnya Adam dan Hawa bertaubat. Taubat mereka diterima oleh Allah, namun Adam dan Hawa menetap dibumi. Baca Surat Al-Baqarah Ayat 33-39.


Adam adalah ciptaan Allah yang memiliki akal sehingga memiliki kecerdasan, bisa menerima ilmu pengetahuan dan bisa mengatur kehidupan sendiri. Inilah keunikan manusia yang Allah ciptakan untuk menjadi penguasa didunia, untuk menghuni dan memelihara bumi yang Allah ciptakan. Dari Adam inilah cikal bakal manusia diseluruh permukaan bumi. Melalui pernikahannya dengan Hawa, Adam melahirkan keturunan yang menyebar ke berbagai benua diseluruh penjuru bumi; menempati lembah, gunung, gurun pasir dan wilayah lainnya diseluruh penjuru bumi. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT yang berbunyi:







"Dan sesungguhnya Kami muliakan anak-anak Adam; Kami angkut mereka didaratan dan di lautan; Kami berikan mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyak makhluk yang telah Kami ciptakan." (QS. al-Isra' [17]: 70)

               
             Demikianlah dua pendapat tentang asal mula manusia. Jika sobat bertanya kepada saya, maka saya akan memilih option yang kedua. Drama penciptaan Adam di Surga memang sudah sangat melekat dibenak saya sejak masih kecil dan ingusan. Tentu saja ini benar adanya, karena seluruh keluarga saya beragama Islam. Pengetahuan demikian sudah diajarkan oleh kedua orang tua saya sejak masih kecil. Tidak hanya berasal dari kedua orang tua, pengetahuan demikian juga saya peroleh dengan cerita yang sama saat duduk di bangku sekolah dasar. Keyakinan saya semakin kuat, apalagi saya seorang Islam. Bertolak ukur dari keyakinan saya terhadap Al-Qur'an maka saya sangat mengerti dan paham akan drama penciptaan adam disurga tersebut.

Keyakinan saya tak pernah goyah akan cerita asal mula manusia ini, sebelum saya tau tentang Teori Darwin. Teori Darwin saya pelajari saat duduk dibangku sekolah menengah pertama. Karena masih dalam masa labil, saya tidak mau terjerumus kedalam kesesatan. Dan akhirnya saya menanyakan kembali kepastiannya kepada kedua orang tua saya. Lagi- lagi kedua orang tua saya meyakinkan akan kebenaran Al-Qur'an, kitab suci umat Islam. Hingga saat ini saya masih meyakini apa saja yang tertulis dalam Al-Quran. Demikian pula tentang asal mula manusia dan drama penciptaan Adam di surga hingga turun kebumi. Jadi, tetap pada pilihan pertama, Nabi Adam a.s adalah manusia pertama di muka bumi dan Nabi Adam a.s merupakan nenek moyang kita.

Apakah sobat setuju bahwa Nabi Adam a.s adalah nenek moyang manusia? Jika masih belum yakin, mari kita yakinkan bersama-sama. Untuk meyakinkan kita bahwa Teori Darwin merupakan sebuah kesalahan, saya akan sedikit membahas tentang kesalahan tersebut. Berikut sedikit penjelasan yang dapat saya ungkapkan kembali, dari beberapa buah buku yang dulu pernah saya baca. Disini saya akan berbagi tentang pembuktian kesalahan Teori Darwin berdasarkan kepercayaan ilmiah dan rasional. Ada tiga alasan ilmiah yang menjadi dasar bahwa manusia bukan berasal dari kera:

1. Mata
Ilmu pengetahuan mengakui bahwa mata hanya dapat berfungsi jika tersusun sepenuhnya. Mata setengah jadi tidak akan bisa melihat. Jika kehilangan lensa mata saja, maka mata akan rusak dan tidak dapat melihat sama sekali. Teori evolusi menyatakan bahwa manusia terjadi melalui proses secara bertahap secara kebetulan. Maka akan terjadi proses setengah jadi lalu jadi. Hal ini tidak bisa terjadi pada mata, karena mata tersusun atas bagian yang sangat komplek dan tak tersederhanakan. Oleh karena itu teori evolusi dinyatakan runtuh.

2. Temuan Fosil
Dalam bukunya, The Origin of Species, Darwin menulis,
"Jika setiap spesies berasal dari spesies lain secara bertahap, mengapa dimana-mana kita tidak melihat bentuk transisi yang amat banyak? Akan tetapi, dikawasan antara, yang mempunyai kondisi antara kehidupan, mengapa kita sekarang tidak menemukan jenis yang kemungkinan besar merupakan perantara? Kesulitan ini cukup membingungkan saya dalam waktu lama."
Demikian sedikit kutipannya dari sebuah buku yang pernah saya baca. Disana terlihat jelas bahwa Darwin menyadari kelemahan teorinya. Ia menyatakan jika tidak ditemukan bentuk transisi dan ada bentuk yang tidak mungkin terjadi karena evolusi karena tak tersederhanakan maka teorinya runtuh.Penemuan fosil dari waktu kewaktu belum menemukan adanya bentuk transisi. Sehingga secara otomatis Teori Darwin runtuh dengan sendirinya.



3. Sel
Menuru Darwin manusia dan semua makhluk hidup berasal dari nenek moyang yang sama yang berupa makhluk bersel satu. Makhluk bersel satu tersebut terus berevolusi hingga menjadi kera, dari kera menjadi manusia dalam waktu yang lama. Namun nyatanya dulu, Darwin bisa melihat sel hanya permukaannya saja yang berupa kotak sederhana. Darwin juga tidak mampu menjelaskan asal usul sel tersebut. Oleh karena itu, lagi-lagi Teori Darwin dinyatakn runtuh.

Saya rasa cukup tiga alasan ilmiah yang menjadi dasar bahwa manusia bukan berasal dari kera. Jadi jelas bahwa teori evolusi hanyalah mitos belaka yang kemudian dijadikan sebuah dogma melalui gencarnya propaganda. Kini tidak ada alasan ilmiah yang kuat yang bisa membuktikan kebenaran ilmiah teori evolusi. Apalagi ditambah dengan penjelasan dari kitab suci Al-Qur'an, hal ini tentunya menambah kepercayaan kita bahwa teori evolusi merupakan sebuah kesalahan.

Kesimpulan
Jadi, asal-usul manusia adalah Nabi Adam a.s yang diciptakan oleh Allah SWT dan diturunkan dari surga. Asal usul manusia dari kera hanyalah mitos yang direka-reka. Manusia bukan dari kera melainkan dari manusia pertama bernama ADAM.

Apakah sobat setuju dengan pendapat yang saya kemukakan?
Sobat bisa berikan komentar di kolom komentar dibawah.
Berikut saya akan menuangkan lagi-lagi dalam bentuk komik singkat tentang wawancara saya kepada Om Darwin. Apapun yang menjadi kepercayaan kita, itu adalah hak masing-masing. Asalkan tidak menimbulkan perpecahan antara satu dan lainnya. Karena Indonesia harus tetap bersatu...!! Benar gak sobat??


Rabu, 23 Januari 2013

Artikel Mufti: Nasihat-Nasihat Ringkas



Oleh : Dr Juanda Jaya ( Mufti Perlis)

1. “Apabila tubuh seseorang menggigil kerana takut kepada Allah, maka berguguranlah dosa-dosanya sebagaimana dedaunan berguguran dari pohon.”(Hadits)
2. “Janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri.” (Al-Hasyr: 19)
3. “Barangsiapa suka berjumpa Allah, maka Allah suka berjumpa dengannya. Barangsiapa tidak suka berjumpa Allah, maka Allah tidak suka berjumpa dengannya.” (Hadits)
4. ”Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk menundukkan hati mereka mengingati Allah.” (Al-Hadiid: 16)
5. ”Satu tanda taubat kamu diterima Allah adalah kamu melihat dirimu terpelihara dari segala maksiat.” (Kata-kata Ulama)
6. ”Barangsiapa menghidupkan sunnahku sama ertinya mencintaiku, barangsiapa mencintaiku di hari kiamat kelak akan bersamaku di syurga.” (Hadits)
7. ”Berzikirlah kamu kepada Allah sebanyak-banyaknya dan bertasbihlah kamu kepada-Nya pagi dan petang.” (Al-Ahzab: 41-42)
8. ”Tanda-tanda munafik ada tiga, kalau berkata ia berdusta, kalau berjanji tidak menepati, kalau diamanat ia khianat.” (Hadits)
9. ”Sungguh beruntunglah orang mukmin. Iaitu orang-orang yang sembahyangnya dikerjakan dengan penuh khusyuk.” (Al-Mukmin: 1-2)
10. ”Dua rakaat yang dikerjakan dengan penuh khusyuk jauh lebih baik berbanding ibadah semalaman sementara hatinya melupakan Allah.” (Ibnu Abbas)
11. ”Kamu semua adalah umat yang terbaik dilahirkan untuk manusia kerana kamu menyuruh yang makruf dan mencegah dari yang munkar.” (Al-Imran: 110)
12. ”Sebaik-baik kamu adalah yang bermanfaat bagi orang lain dan seburuk-buruk kamu adalah orang yang membahayakan orang lain.” (Hadits)
13. ”Dan tolong menolonglah kamu dalam kebaikan dan takwa janganlah kamu tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan.” (Al-Maidah: 2)
14. ”Diantara jalan-jalan masuk syaithan dalam diri manusia adalah: marah, syahwat, rakus, cinta perhiasan, dengki dan berburuk sangka.” (Imam Al-Ghazali)
15. ”Berkasih sayanglah kamu kepada makhluk yang dibumi, nescaya kamu akan dikasihi makhluk yang di langit (malaikat).” (Hadits)
16. ”Tidak ada perhitungan bagi sembahyang seseorang kecuali pada bahagian yang dikerjakannya dengan khusyuk.” (Hadits)
17. ”Janganlah kamu saling mengumpat. Apakah kamu suka memakan bangkai saudaranya? Tentunya kamu tidak suka.” (Al-Hujurat: 62)
18. ”Dan bertakwalah kepada Allah, yang dengan nama-Nya kamu meminta dan peliharalah hubungan silaturrahim.” (Al-Nisa: 1)
19. ”Tidak masuk syurga orang yang memutuskan hubungan silarurrahim.” (Hadits)
20. ”Berkata nabi Daud as: Pokok ketakwaan itu ada tiga: tawakkal, redha dan sabar.”
21. Seorang wanita mengadu tentang kekerasan hatinya kepada Aisyah RA, lalu beliau berkata: ”Siapa yang banyak mengingati mati akan lembut hatinya.”
22. ”Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri daripada menyembah-Ku mereka masuk neraka dalam keadaan hina.” (Al-Mukminun: 60)
23. ”Janganlah membiasakan anak-anakmu dengan kesenangan yang akan menggemukkan nafsunya.” (Imam Al-Ghazali)
24. ”Anak-anak itu dilahirkan dalam keadaan suci, maka ibu bapanyalah yang mencorakkannya menjadi Yahudi, Majusi atau Nasrani.” (Hadits Bukhari Muslim)
25. ”Sebaik-baik orang di kalangan kamu ialah orang yang baik akhlaknya.” (Hadits Bukhari Muslim)
26. ”Tidak ada pemberian yang sebaiknya daripada seorang ayah kepada anaknya, melainkan adab yang baik.” (Hadits Tirmidzi)
27. ”Dan perkataan yang baik itu juga adalah sedekah.” (Hadits Bukhari)
28. ”Jangan memperkecil sesuatupun dari perbuatan kebaikan, walaupun sekadar menyambut kawan dengan muka yang manis.” (Hadits Muslim)
29. ”Tidak masuk syurga siapa yang ada di hatinya seberat biji sawi dari sifat sombong.” (Hadits Muslim)
30. ”Siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia sesungguhnya ia tidak berterima kasih kepada Allah.” (Hadits Al-Tirmidzi)
31. ”Bukanlah dari golongan kami siapa yang tidak menghormati orang tua dan tidak mengasihi anak kecil.” (Hadits Ahmad)
32. ”Sesungguhnya Allah suka kepada lembut belas kasihan dalam semua perkara.” (Hadits Bukhari)
33. ”Dan katakanlah wahai Muhammad kepada hamba-hamba-Ku supaya mereka berkata dengan kata-kata yang paling elok.” (AL-Israa: 53)
34. ”Demi masa, sesungguhnya manusia itu rugi, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal salih.” (Al-’Ashr: 1-3)
35. ”Orang mukmin tidak disengat dalam satu lubang dua kali.” (Hadits Bukhari)
36. ”Berilah kepada kaum keluarga haknya, kepada fakir miskin dan ibnu sabil dan janganlah kamu membazir.” (Hadits Ahmad)
37. ”Dan jika kamu memberikan pinjaman kepada Allah, sebagai pinjaman yang baik, nescaya Allah akan melipat gandakan balasannya kepada kamu.” (Al-Taghabun: 17)
38. ”Dan juga orang-orang yang membelanjakan hartanyadengan menunjuk-nunjuk kepada manusia (riya’) dan mereka tidak pula beriman kepada Allah.” (Al-Nisa: 38)
39. ”Sesungguhnya setiap perbuatan itu (pahalanya) bergantung kepada niatnya.” (Hadits Bukhari)
40. ”Dan sempurnakanlah perjanjian dengan Allah dan dengan manusia, sesungguhnya perjanjian itu akan ditanya.” (Al-Israa: 34)
41. ”Wahai orang-orang beriman! Janganlah kamu memakan riba’ dengan berlipat-lipat ganda dan hendaklah kamu bertakwa kepada Allah supaya kamu berjaya.” (Ali-Imran: 130)
42. ”Dan janganlah kamu mengurangi hak-hak orang ramai dan janganlah kamu bermaharajalela melakukan kerosakan di bumi.” (Al-Syuara: 183)
43. ”Sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang selalu melakukan khianat lagi sentiasa berdosa.” (Al-Nisa: 107)
44. ”Rasulullah telah melaknat orang yang memberi rasuah dan orang yang menerima rasuah dalam memerintah.” (Hadits al-Tirmizi)
45. ”Hindarilah doa orang yang terkena zalim, maka sesungguhnya tidak ada diantara doanya dan Allah sebarang benda yang mendindingnya.” (Hadits Tirmidzi)
46. ”Sesungguhnya Allah itu indah dan suka keindahan. Sesungguhnya takabbur itu menolak kebenaran dan menghina orang lain.” (Hadits Muslim)
47. Hasan al-Basri mengatakan: ”Setiap sembahyang yang tidak hadir khusyuk di dalamnya lebih hampir kepada siksa.”
48. ”Janganlah memperbanyak percakapan kecuali berzikir kepada Allah, kerana sesungguhnya banyak bercakap menjadikan hati seseorang keras.” (Hadits Tirmizi)
49. ”Dua nikmat yang selalu dipersiakan manusia, nikmat sihat dan nikmat kelapangan masa.” (Hadits Bukhari)
50. ”Perbanyaklah olehmu mengingati sesuatu yang memutuskan segala kelazatan iaitu mati.” (Hadits Tirmidzi)
51. ”Apabila mati seorang manusia maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara, sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang salih yang mendoakannya.” (Hadits Muslim)
52. ”Orang mukmin yang sempurna imannya ialah yang paling berakhlak dan lemah lembut kepada isterinya.” (Hadits Tirmidzi)
53. ”Wanita yang salihah ialah yang taat kepada suami, menjaga kehormatan pada waktu ketiadaannya sebagaimana Allah telah memelohara dirinya.” (Al-Nisa: 34)
54. ”Wanita itu dinikahi kerana empat perkara, hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Pilihlah yang beragama supaya kamu beruntung.” (Hadits Bukhari Muslim)
55. ”Wahai manusia bertaubatlah kepada Allah dan beristighfarlah sesungguhnya aku bertaubat seratus kali setiap hari.” (Hadits Muslim)
56. ”Sembahyang lima waktu, dari Jumaat ke Jumaat, Ramadhan ke Ramadhan menjadi penebus dosa antara keduanya jika ditinggalkan dosa-dosa besar.” (Hadits Muslim)
57. ”Sesungguhnya pasti dikembalikan hak itu pada yang berhak, hingga kambing yang tidak bertanduk diberi hak membalas pada kambing yang bertanduk.” (Hadits Muslim)
58. ”Seorang muslim ialah yang dapat selamat sekalian manusia dari gangguan lidah dan tangannya.” (Hadits Bukhari Muslim)
59. ”Tiada sempurna iman seseorang daripada kamu sehingga ia kasih kepada saudaranya sesama muslim seperti ia mengasihi dirinya sendiri.” (Bukhari Muslim)
60. ”Aku dan orang yang menjaga anak yatim dengan baik, disyurga bagaikan dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah.” (Hadits Bukhari)
61. Sa’ad bin Abi Waqqash berasa seolah-olah dirinya lebih utama dari bawahannya, lalu Rasulullah saw bersabda: ”Tiadalah kamu mencapai kemenangan dan rezeki kecuali kerana bantuan orang-orang bawahan kamu.” (Hadits Bukhari Muslim)
62. ”Apabila seseorang memberi nafkah isteri dengan mengharapkan pahala, maka tercatat pahala sedekah untuknya.” (Hadits Bukhari Muslim)
63. ”Ajarkanlah anakmu bersembahyang ketika berumur tujuh tahun dan pukullah jika meninggalkan sembahyang pada usia sepuluh tahun.”(Hadits Abu Daud dan Tirmidzi)
64. ”Demi Allah tidak beriman, tidak beriman, tidak beriman. Siapakah ya Rasulullah? Jawab baginda ialah orang yang tidak aman jirannya dari gangguannya.” (Hadits Bukhari Muslim)
65. ”Apakah amal perbuatan yang lebih disukai oleh Allah? Jawab Rasulullah saw: berbakti kepada ibu bapa. Kemudian apalagi? Jawabnya: ”Jihad fisabilillah.” (Hadits Bukhari Muslim)
66. ”Barangsiapa suka dilapangkan rezekinya, dan ditunda ajalnya hendaklah ia menyambungkan silaturrahim.” (Hadits Bukhari Muslim)
67. ”Dosa-dosa besar ialah: menyekutukan Allah, derhaka kepada kedua orang tua, membunuh manusia dan sumpah palsu.” (Hadits Bukhari)
68. ”Barangsiapa yang menziarahi orang sakit atau menziarahi saudaranya kerana Allah maka dipanggil ia dengan seruan: ”Selamat engkau, selamat perjalananmu dan selamat menjadi penghuni syurga.” (Hadits Tirmidzi)
69. ”Seseorang akan bersama dengan orang yang dikasihinya (di akhirat).” (Hadits Bukhari Muslim)
70. ”Takutlah kamu dengan api neraka walaupun dengan sedekah separuh dari biji kurma.” (Hadits Bukhari Muslim)
71. ”Sesungguhnya sifat malu itu cabang iman.” (Hadits Bukhari Muslim)
72. (Al-Shaaf: 3-4)
73. (Al-Nahl: 125)
74. Aisyah RA berkata: ”Belum pernah saya melihat Rasulullah tertawa gelak sehingga terlihat langit-langit mulutnya, tetapi beliau selalu tersenyum.” (Hadits Bukhari Muslim)
75. ”Tiga jenis doa yang tidak diragukan pasti dimakbulkan, doa orang yang teraniaya, doa orang yang bermusafir dan doa ayah terhadap anaknya.” (Hadits Abu Daud, Tirmidzi)
76. ”Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari al-Quran dan mengajarkannya.” (Hadits Bukhari)
77. ”Orang yang mahir al-Quran bersama para malaikat yang mulia, orang yang gagap (kesusahan) tidak lancar membacanya mendapat pahala dua kali ganda.” (Hadits Bukhari Muslim)
78. ”Sesungguhnya seseorang yang di dalam hatinya tidak ada al-Quran bagaikan rumah buruk yang kosong.” (Hadits Tirmidzi)
79. ”Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah baginya pahala sepuluh kali ganda.” (Hadits Tirmidzi)
80. ”Rasulullah SAW bersabda tentang Qulhuwallahu Ahad, sesungguhnya ia menyamai sepertiga dari al-Quran.” (Hadits Muslim)
81. ”Barangsiapa yang berwudhu dengan sempurna maka keluarlah semua dosa-dosanya dari badannya hingga keluar dari bawah kukunya.” (Hadits Muslim)
82. ”Barangsiapa yang berwudhu dengan sempurna kemudian membaca doa wudhu, pasti dibukakan untuknya 8 pintu syurga yang ia boleh memilihnya.” (Hadits Muslim)
83. ”Tidak akan ditolak doa antara azan dan iqamat.” (Hadits Abu Daud, Tirmidzi)
84. ”Barangsiapa yang meninggalkan sembahyang Asar maka telah gugur semua amalannya.” (Hadits Bukhari)
85. ”Barangsiapa yang pergi ke masjid pada pagi atau petang hari maka Allah menyediakan untuknya hidangan disyurga setiap pagi dan petang.” (hadits Bukhari Muslim)
86. ”Barangsiapa yang bersuci di rumahnya kemudian berjalan ke masjid untuk sembahyang fardhu maka semua langkahnya di hitung, satu untuk menghapus dosa dan satu untuk menaikkan derajat.” (Hadits Muslim)
87. ”Sesungguhnya batas yang memisahkan seseorang dengan kufur hanya sembahyang, maka sesiapa yang meninggalkan sembahyang bererti telah kafir.” (Hadits Muslim)
88. ”Tidaklah seorang mukmin sembahyang sunnat kerana Allah pada setiap hari 12 rakaat melainkan Allah akan membangunkan untuknya sebuah rumah di syurga.” (Hadits Muslim)
89. ”Dua rakaat sembahyang sunnat sebelum subuh lebih baik dari dunia dan seisinya.” (Hadits Muslim)
90. ”Rasulullah SAW sembahyang sunnat sebelum zohor empat rakaat, baginda bersabda: Sesungguhnya ini saat terbuka pintu langit dan aku suka bila naik amal kebaikanku.” (Hadits Tirmidzi)
91. ”Abu Hurairah berkata: Kekasihku Rasulullah SAW berwasiat kepadaku, berpuasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat sembahyang dhuha dan witir sebelum tidur.” (Hadits Bukhari Muslim)
92. ”Barangsiapa yang bangun sembahyang pada malam ramadhan kerana iman dan harapkan keredhaan Allah, nescaya diampunkan dosanya yang telah lalu.” (Bukhari Muslim)
93. (Al-Bayyinah: 5)
94. ”Tidaklah seseorang yang berpuasa sehari saja kerana Allah melainkan Allah menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh tujuh puluh tahun.” (Hadits Bukhari Muslim)
95. ”Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kerana iman dan mengharapkan pahala dari Allah, diampunkan dosanya yang telah lalu.” (Hadits Bukhari Muslim)
96. ”Apabila tiba bulan Ramadhan, dibuka pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu semua syaitan.” (Hadits Bukhari Muslim)
97. ”Bersahurlah kamu kerana sahur itu membawa berkat.” (Hadits Bukhari Muslim)
98. ”Sentiasa manusia itu dalam kebaikan selama mereka bersegera berbuka.” (Hadits Bukhari Muslim)
99. ”Jika kamu sedang berpuasa jangan berkata keji, jangan marah dan jika ada orang memaki dan melawan katakanlah: Sesungguhnya aku ini berpuasa.” (Hadits Bukhari Muslim)
100. ””Barangsiapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta dan menipu